Jokowi Pantau Vaksinasi Pelaku Keuangan di Pusat Kota Yogya

0
136

Presiden Joko Widodo, Senin (1/3), memantau pelaksanaan vaksinasi pelaku usaha ingusan di Yogyakarta. Dia minta seluruh pihak, seperti penjaga toko, pedagang kaki mediaca?a, pemilik usaha dan seluruh pihak yang terkait dgn roda ekonomi di induk kota ini, segera menerima vaksin.

“Kita harapkan segera diselesaikan, hingga kita berharap ekonomi mampu pulih kembali, bisa bangkit kembali dan pariwisata di dalam Yogyakarta juga bisa menggeliat kembali dan menumbuhkan ekonomi yang ada di Yogyakarta, khususnya kota Yogya, ” papar Presiden.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyebutkan pedagang pasar dan pelaku keuangan kecil lain berperan bermakna dalam menggerakkan ekonomi. Lantaran itulah, vaksinasi akan selalu digerakkan utamanya di pasar-pasar besar di Indonesia.

Presiden Jokowi berbincang dengan salah satu penerima vaksin di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. (Foto: Courtesy/Humas Pemda DIY)

“Ini petunjuk dari Bapak Presiden untuk di tahap kedua itu kita memvaksinasi 16, nine juta tenaga publik, yaitu orang-orang yang pekerjaannya sehari-hari banyak bertemu dengan öffentlich, salah satunya pedagang sobrevenir ini, ” kata Budi.

Pada harapan yang sama, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyebut vaksinasi ini berlaku bagi pelaku ekonomi di pusat kota yang sekaligus tujuan wisata populer. Siapapun yang beraktivitas di Malioboro dan sekitarnya, katanya, berhak atas vaksin.

Yogyakarta sekedar memiliki penduduk sekitar 400 ribu, tetapi aktivitas ekonomi dan pariwisatanya melibatkan lebih dari 1, 5 juta orang. Pemerintah menargetkan 20. 900 orang akan menerima vaksin dalam enam hari ke depan.

Menteri Kesehatan, Presiden Jokowi dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. (Foto: Courtesy/Humas Pemda DIY)

“Karena mereka bersentuhan bila dibandingkan masyarakat secara luas, bertemu, walaupun dalam situasi pembelakuan pembatasan kegiataan masyarakat, meskipun mereka berhubungan dengan penduduk lain, baik dari Yogya maupun luar. Untuk itulah kita proteksi, ” ujar Haryadi. ​

Tanggapan Masyarakat

Masyarakat jua menyambut gembira atas pelaksanaan vaksinasi tersebut. Hal ini terlihat dari senyum cerah yang menghias wajah Sriyati, pedagang asongan makanan ingusan di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Dia menjadi satu di hampir 20 ribu pelaku ekonomi kecil yang menerima vaksin tahap pertama.

“Mantap, pokoknya sehat terus. Yang diminta sehat terus badannya, ” ujar Sriyati.

Seorang pekerja sektor informal melalui kawasan Malioboro menerima vaksin. (Foto: Humas Pemda DIY)

Pandemi corona setahun terakhir menekan aktivitas redovisning, termasuk di Pasar Beringharjo yang legendaris di Yogyakarta. Sriyati yang berkeliling pada hari naik turun lantai pasar menjajakan makanan ingusan, merasakan betul dampaknya.

Begitu pula bila dibandingkan para pengayuh becak, seperti Paimin yang biasa menunggu penumpang di salah satu hotel berbintang di kawasan Malioboro. Ketua Paguyuban Becak Kayuh Wisata Yogyakarta Menarik ini mengatakan banyak rekan seprofesi terpaksa banting setir menjadi buruh bangunan. Dulu dia bisa meraih sekurang-kurangnya Rp100 ribu per hari, tetapi saat ini kadang tidak ada penumpang serupa sekali. Wisatawan takut resiko tertular COVID-19, begitu jua para tukang becak yg melayani mereka di Yogya.

“Harapannya, vaksin ini akan kekebalan, supaya tidak kena corona, kalau corona buka, supaya kebal. Tahan. Terlindungi, ” kata Paimin seusai menerima vaksin.

Wasto Sutrisno dari Komunitas Andong Yogyakarta, juga punya harapan yang sama.

“Besok kalau mengservis wisata di Yogya, semuanya bisa aman, ” ujarnya. [ns/ah]