AS Dikabarkan Hambat Upaya Junta Myanmar Tarik $1 Miliar dari Bank Sentral New York

0
124

Penguasa militer Myanmar mencari jalan memindahkan sekitar $1 miliar yang disimpan di Federal Reserve Bank of New York, atau bank sentral New York, beberapa hari setelah merebut kekuasaan dalam 1 Februari. Hal tersebut mendorong para pejabat GANDAR membekukan dana tersebut, logat tiga orang yang pendidikan masalah tersebut, termasuk seorang pejabat pemerintah AS.

Transaksi pada 4 Februari atas nama Bank Sentral Myanmar mula-mula diblokir oleh sistem pengamanan bank sentral New York. Para pejabat pemerintah AS kemudian memperlambat persetujuan transfer sampai perintah eksekutif yang dikeluarkan Presiden Joe Biden memberi mereka kewenangan hukum buat memblokirnya tanpa batas, sekapur sumber-sumber itu.

Seorang juru bicara New York Fed menolak berkomentar mengenai pemegang rekening tertentu. Departemen Keuangan AS selalu menolak berkomentar.

Upaya tersebut, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, terjadi setelah militer Myanmar membawa gubernur bank sentral pertama dan menahan para penguasa reformis selama kudeta pada sana.

Ini menandai cara nyata para jenderal Myanmar untuk membatasi sanksi-sanksi universal setelah mereka menahan para-para pejabat terpilih, termasuk atasan de facto Aung San Suu Kyi, yang lulus pemilu nasional pada November lalu. Militer merebut kekuasaan dengan mengeluarkan tuduhan manipulasi, klaim yang dibantah oleh komisi pemilihan umum.

Seorang juru cakap pemerintah militer Myanmar tidak menjawab panggilan telepon berulang kali untuk memintanya berkomentar. Reuters tidak dapat men para pejabat di bank sentral.

GANDAR, Kanada, Uni Eropa dan Inggris telah mengeluarkan sanksi-sanksi baru setelah kudeta dan tindakan keras militer kepada demonstran yang menimbulkan objek jiwa. PBB, Kamis (4/3), menyatakan sedikitnya 54 orang tewas sejak kudeta. Lebih dari 1. 700 orang telah ditahan, termasuk 29 wartawan.

Semasa mengumumkan perintah eksekutif gres yang memuluskan jalan bagi sanksi-sanksi terhadap para jenderal dan bisnis mereka, Biden pada 10 Februari berarakan menyatakan AS mengambil langkah-langkah untuk mencegah para jenderal “memiliki akses tidak sepatutnya” ke dana $1 miliar milik pemerintah Myanmar. [uh/ab]