Jaksa Thailand Dakwa 18 Pencetus Prodemokrasi

0
369

Sebuah kantor kejaksaan dalam Thailand, Senin (8/3), menggugat 18 aktivis prodemokrasi melakukan tindakan menghasut serta mengajukan dakwaan tambahan terhadap tiga dari mereka karena merendahkan nama baik kerajaan semasa protes pada September tahun lalu.

Tiga orang yang dituduh menentang undang-undang yang dikenal jadi lese majeste itu adalah Panusaya “Rung” Sithijirawattanakul, Jatupat “Pai” Boonpattararaksa dan Panupong “Mike” Jardnok.

Kepada pada pendukungnya, Panupong, mengatakan, ia tidak gentar menghadapi dakwaan ini, dan sekalipun ia dipenjara, putaran menuntut demokrasi tidak akan dapat dihentikan.

Pengadilan akan memutuskan hari ini apakah para penggerak yang didakwa akan ditahan di penjara sampai persidangan.

Tuduhan dengan diajukan Senin menyusul kegiatan hukum serupa yang diambil terhadap para pemimpin penentangan lainnya bulan lalu.

Pada 9 Februari, jaksa penuntut secara formal mendakwa empat pemimpin penentangan tertinggi dengan lese majeste, atau memfitnah kerajaan. Itu merupakan kali pertama dakwaan dijatuhkan sejak polisi berangkat melakukan penangkapan berdasarkan peraturan itu November lalu. Keempatnya ditolak saat mengajukan permohonan bebas dengan jaminan.

Gerakan protes terbaru menyerukan agar Perdana Gajah Prayuth Chan-ocha dan pemerintahannya mundur, konstitusi diubah agar lebih demokratis dan kerajaan direformasi agar lebih bisa diminta pertanggungjawabannya. [ab/uh]