AS Tambah Sanksi Terhadap Pemerintah Myanmar

0
103

Amerika Serikat (AS), Senin (22/3), mengumumkan sanksi kepada dua orang dan besar entitas yang terkait secara militer Myanmar.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Departemen Keuangan, pemerintah AS mengatakan, sanksi-sanksi itu adalah akibat kampanye kebengisan dan intimidasi berkelanjutan dengan dilakukan pemerintah Myanmar terhadap peara pengunjuk rasa tenteram dan masyarakat madani.

Belum ada catatan dari pemerintah di Myanmar yang juga dikenal sebagai Birma.

Tentara mengambil alih kekuasaan lewat kudeta pada 1 Februari, menggulingkan pemerintahan sipil, & menahan pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi dan pejabat tinggi lainnya.

“Sejak itu, polisi Birma telah terlibat di tindak kekerasan terhadap pemrotes pro-perdamaian, ” demikian pengucapan pernyataan itu.

Salah satu yang dipakai sanksi adalah Than Hlaing. Menurut Departemen Keuangan, dia diangkat menjadi kepala polisi dan deputi menteri di negeri pada 2 Februari.

“Di kolong kepemimpinan Than Hlaing, penjaga Birma telah melakukan serbuan terhadap pengunjuk rasa nyaman mulai dengan meriam air, peluru karet, dan gas air mata, hingga penggunaan peluru tajam. Eskalasi itu memuncak setelah polisi mematikan pengunjuk rasa damai dalam seluruh Birma pada 14 Maret 2021, termasuk 37 di Hlaingthaya, Rangoon, ” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Letnan Jenderal Aung Soe juga dipakai sanksi. Menurut Departemen Keuangan, dia adalah panglima Proses Khusus dan melapor langsung ke Panglima Tertinggi Jenderal Ming Aung Hlaing. [jm/ka]