Pentagon: Terusan Suez adalah “Lokasi Berbahaya”

0
77

Tim penyelamat, Senin (29/3), berhasil membebaskan sebuah pesawat kontainer berukuran sangat besar yang terperangkap selama dekat satu minggu di Terusan Suez.

Keberhasilan itu mengakhiri krisis dengan telah menyumbat salah kepala jalur perairan paling istimewa di dunia dan meniadakan perdagangan maritim bernilai miliaran dolar per hari.

Dibantu arus aliran, satu armada kapal tunda menarik perangkat yang menunjukkan di haluan atau bagian depan kapal, yang pas berada di bawah coreng air atau yang dikenal bulbous bow dari kapal seukuran gedung pencakar langit “Ever Given” dari sembiran Terusan Suez yang berpasir. Kapal itu terjebak pada Terusan Suez sejak 23 Maret lalu.

Juru bicara Pentagon John Kirby memuji otoritas Mesir karena “kerja keras” mereka memindahkan kapal itu. Ia juga mengakui bahwa kejadian itu kembali mengungkap perkara yang keberadaan terusan dengan dikenal sempit bagi kunjungan kapal.

“Sudah sejak lama kami menyadari bahwa saluran sempit ini adalah titik maritim dengan berbahaya, ” ujar Kirby. Ditambahkannya, “potensi terperangkap pada titik itu sedianya menjelma bagian dari perencanaan proses normal. ”

Evergreen Marine Corp mengucapkan kapal “Ever Given” tersebut sedang dalam perjalanan menuju Great Bitter Lake, papar perairan yang luas pada tengah-tengah antara ujung mengadukan dan selatan Terusan Suez, di mana kapal tersebut akan diperiksa. Evergreen Marine Corp. adalah perusahaan perkapalan yang berbasis di Taiwan yang mengoperasikan kapal itu.

Menurut perusahaan layanan Terusan Suez, Leth Agencies, lebih dari 40 kapal yang berlabuh pada Great Bitter Lake menunggu kapal “Ever Given” muncul dari mulut Terusan itu, akhirnya melanjutkan perjalanan ke selatan lewat jalur tirta itu. Sementara lebih dibanding 30 kapal yang berharta di belakang “Ever Given” berlabuh di Port Said di Laut Tengah untuk memasuki Terusan itu.

Setelah dilanda badai pasir, kapal “Ever Given” menabrak tepian kanal mulia jalur sekitar enam kilometer di utara pintu menghunjam selatan, dekat Kota Suez. Hal ini menimbulkan kemacetan besar-besaran yang menimbulkan kesialan perdagangan global bernilai $9 miliar per hari dan masalah dalam rantai sediaan yang sudah terdampak pandemi virus corona. [em/lt]