CDC Izinkan Warga yang Sudah Divaksin Untuk Lakukan Penjelajahan Tanpa Uji COVID-19

0
55

Was-was Pencegahan dan Pengendalian Penyakit CDC hari Jumat (2/4) memperbarui pedoman bagi awak Amerika yang sudah divaksin.

CDC mengucapkan warga yang sudah divaksinasi lengkap dapat melakukan perjalanan di dalam Amerika minus perlu diuji medis atau menjalani karantina setelah kunjungan itu.

Sebelumnya CDC memperingatkan warga agar tidak melakukan perjalanan yang tidak perlu, bahkan untuk mereka yang sudah divaksinasi sekali pun; tetapi mengucapkan bahwa pihaknya akan memodernkan panduannya ketika sudah semakin banyak orang yang divaksinasi dan adanya bukti mengenai perlindungan yang diberikan vaksinasi itu.

Taat CDC hampir 100 juta orang di Amerika – atau sekitar 30 komisi dari populasi – sudah divaksinasi setidaknya satu ukuran vaksin COVID-19. Seseorang dianggap telah divaksinasi penuh sesudah menerima dua dosis vaksin.

Orang yang belum divaksinasi disarankan untuk tetap menghindari perjalanan yang tidak perlu.

Panduan mutakhir CDC itu menyatakan:

  1. Orang yang telah divaksinasi sempurna dapat melakukan perjalanan pada Amerika tanpa uji medis COVID-19 atau menjalani karantina

  2. Orang harus tetap menggunakan masker, menjaga jarak sosial dan menghindari kerumunan.

  3. Untuk perjalanan internasional, orang dengan divaksinasi tidak perlu melakukan uji medis COVID-19 sebelum berangkat, meskipun beberapa negeri tujuan mungkin memerlukan buatan uji medis itu.

  4. Untuk perjalanan internasional ini, karakter yang telah divaksinasi kudu tetap memiliki hasil tes medis COVID-19 negatif sebelum naik pesawat terbang, serta kembali menjalani uji medis 3-5 hari setelah kembali. Mereka tidak perlu menjalani karantina.

    CDC mencatat potensi terjangkit varian baru virus itu & perbedaan cakupan vaksin di seluruh dunia sebagai rujukan ketika melakukan perjalanan ke luar negeri.

Wisatawan berjalan melalui Bandara Internasional Salt Lake City di Salt Lake City pada keadaan Minggu, 21 Maret. (Foto: AP)

Dalam arahan yang diperbarui itu, CDC mengutip riset baru-baru tersebut tentang dampak vaksin pada dunia nyata. CDC sebelumnya mengatakan orang-orang yang sudah divaksinasi penuh dapat saling mengunjungi satu sama asing tanpa perlu mengenakan kedok atau melakukan pembatasan baik.

Ditambahkan, orang-orang yang sudah divaksin sanggup berada bersama orang dengan belum divaksinasi dalam kepala rumah yang sama, semasa orang yang belum divaksinasi berisiko rendah menderita aib parah jika terjangkit.

Koordinator Satuan Tugas COVID-19 di Gedung Suci Jeffrey Zients mengatakan zaman ini 2, 9 juta orang divaksinasi setiap hari, dibanding 2, 5 juta orang per hari pada minggu sebelumnya.

Zients juga mengatakan 52 persen warga lansia Amerika telah divaksinasi penuh. [em/pp]