Gedung Putih Dukung Target 80% Jaringan Listrik dari Energi Bersih pada 2030

0
78

Gedung Suci berharap bisa memanfaatkan dukungan yang makin besar sejak perusahaan energi listrik Amerika Serikat, juga serikat pekerja dan kelompok pembela dunia bagi sebuah mandat gaya bersih nasional.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan bahwa Pemerintahan Biden bermaksud mendesak agar Kongres meloloskan sebuah program undang-undang (RUU) yang mensyaratkan jaringan listrik AS meraup 80 persen energinya sebab sumber bebas emisi pada 2030.

Bahan ini belum memenuhi gairah Presiden Biden sehubungan emisi karbon nol untuk jaringan itu pada 2035, namun merupakan sebuah tonggak tatkala yang bisa diloloskan tanpa dukungan Partai Republik melalui sebuah proses yang disebut rekonsiliasi anggaran.

“Sasaran kami adalah untuk menjadikan ini UU, ” kata Ali Zaidi, utusan penasihat iklim Gedung Suci, kepada Reuters .

“Ada beberapa jalur untuk menyentuh kemajuan yang bermakna di sektor energi. Kami terpendam ini merupakan sebuah UNDANG-UNDANG yang kuat dari segi memberikan perusahaan energi sebuah cakrawala perencanaan yang jelas dan bersih. ”

Mengharuskan perusahaan energi beralih dari batu bara dan gas alam ialah sebuah langkah utama sejak rencana Presiden Biden buat mengurangi emisi rumah cermin sampai 50 persen di seluruh ekonomi Amerika pada dasawarsa berikutnya.

Jaringan listrik Amerika era ini sudah 40 komisi berasal dari sumber yang bersih. Namun, mencapai 80 persen pada 2030 mampu dicapai lewat teknologi dengan sudah ada tanpa membebani pelanggan listrik di setiap kawasan karena biaya gaya terbarukan dan baterai telah jatuh sedemikian besarnya, taat sebuah analisis baru yang dilakukan peneliti di Energy Innovation dan University of California Berkeley. [ps/jm]