Kurdi Irak Khawatir Serangan Peluru yang Didukung Iran

0
230

Kelompok Kurdi Irak yang berperan penting dalam perang melawan klan teroris ISIS, kini bertarak dengan ancaman baru, yaitu milisi Syiah yang didukung Iran.

Di beberapa pekan terakhir, daerah Kurdistan yang otonom menyaksikan sejumlah serangan roket & drone yang menarget basis yang dihuni pasukan Amerika Serikat (AS) dan pasukan asing lainnya. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya satu kontraktor dan seorang tentara Turki serta melukai beberapa yang lain.

Departemen Sungguh Negeri AS dalam pernyatannya mengatakan Menteri Luar Kampung AS Antony Blinken menelepon Perdana Menteri Pemerintah Regional Kurdistan (KRG), Masrour Barzani pekan lalu untuk menguatkan kembali “janji AS tempat stabilitas Irak dan Wilayah Kurdistan Irak. ”

“Menlu membahas serbuan berkelanjutan terhadap Irak, GANDAR, dan pasukan Koalisi, tercatat serangan 14 April dalam Bandara Internasional Erbil, ” kata pernyataan itu.

“Menlu AS dan Perdana Menteri Kurdi sepakat, serangan-serangan itu adalah pelanggaran berat terhadap kedaulatan Irak. ”

Sekalipun ada dukungan dari AS dan pemerintah Barat yang lain, warga Kurdi tetap khawatir bahwa milisi bersenjata mengandung yang dikenal sebagai Tentara Mobilisasi Populer (PMF) tak bisa dihalangi.

Wilayah Kurdistan diperintah sebab Partai Demokrat Kurdistan (KDP) dan Persatuan Patriotik Kurdistan (PUK). Meskipun berperan serta dalam pemerintahan yang ber satu, kedua belah pihak memiliki kekuatan peshmerga (pasukan gerilya) yang terpisah.

Pada 14 April, dua serangan terpisah menarget ibu kota wilayah Erbil. Serangan drone bermuatan tujuan peledak, menghantam Bandara Global Erbil. Meski tidak menerbitkan korban, serangan itu mencatat pertama kalinya milisi menggunakan pesawat nirawak untuk menyerang Erbil. [ps/jm]