Kejadian Harian COVID-19 di India Tembus 400 Ribu

0
54

India mencetak lebih dari 400 seperseribu kasus COVID-19 baru untuk pertama kalinya pada keadaan Sabtu (1/5) ketika negara itu sedang memerangi aliran kedua virus corona. Cara vaksinasi besar-besaran yang dikerjakan pemerintah terhambat di beberapa daerah akibat kekurangan vaksin.

Pihak berkuasa melaporkan adanya 401. 993 kasus baru dalam 24 jam sebelumnya, setelah 10 hari berturut-turut mencatat lebih dari 300 ribu peristiwa harian. Kementerian kesehatan federal mengatakan kematian melonjak ke angka 3. 523, menjadikan total korban tewas di negara itu 211. 853.

Lonjakan infeksi telah membanjiri rumah sakit, kamar mayat, dan krematorium, serta membuat banyak keluarga berebut untuk mendapatkan obat-obatan langka dan oksigen. & sementara India adalah pembuat vaksin COVID-19 terbesar pada dunia, kekurangan vaksin dalam beberapa negara bagian menghambat vaksinasi untuk semua orang dewasa.

Arvind Kejriwal, menteri utama negeri bagian Delhi yang terpukul paling parah pada hari Jumat (30/4) mendesak orang-orang untuk tidak mengantre dalam pusat vaksinasi, menjanjikan lebih banyak vaksin akan muncul “besok atau lusa. ”

Negara bagian Odisha Timur mengatakan pada hari Jumat (30/4) bahwa pihaknya sudah menerima kiriman 150 seperseribu vaksin tetapi hanya bakal cukup untuk beberapa orang karena karantina wilayah yang menyulitkan pergerakan.

Di Ahmedabad, kota komersial utama di negara arah asal Perdana Menteri Narendra Modi di Gujarat, ratusan orang berbaris untuk mendapatkan vaksinasi.

India telah menerima 150 ribu dosis vaksin Sputnik-V sebab Rusia dan akan menyambut jutaan dosis lagi, introduksi juru bicara kementerian asing negeri India pada hari Sabtu.

Tengah itu, kelangkaan oksigen medis telah mengganggu sistem kesehatan tubuh negara tersebut.

Di Sendi Sakit Batra New Delhi, media lokal melaporkan kalau delapan orang termasuk seorang dokter meninggal pada keadaan Sabtu (1/5) setelah wahana tersebut kehabisan oksigen.

“Delhi membutuhkan 976 ton oksigen dan kemarin hanya diberikan 312 ton oksigen. Bagaimana Delhi bisa bernafas dengan oksigen serendah itu? ” cuit Kepala Menteri Kejriwal.

Pada sidang pada keadaan Sabtu (1/5), pengadilan agung Delhi mencatat kematian di Rumah Sakit Batra dan mengatakan kepada pemerintah federal untuk mengatur alokasi sediaan oksigen yang akan dikasih ke Delhi.

Penasihat pemerintah federal mengatakan kepada mahkamah: “Kami melakukan semaksimal kira-kira untuk mencapai batas kekuatan manusia. ”

Pasien virus corona dengan putus asa terus berdatangan di rumah sakit sekalipun kekurangan tempat tidur.

Infeksi virus corona harian melonjak sejak mula April. Beberapa ahli mengacaukan pertemuan keagamaan massal serta demonstrasi politik sebagai pasal parahnya gelombang kedua India, yang membuat pemerintah tidak siap. [ah]