Sarjana Sebut Komitmen Iklim GANDAR dan Sejumlah Negara Angkat Capai Perjanjian Paris

0
46

Sejumlah sarjana, Selasa (4/5), mengatakan janji-janji yang disampaikan Amerika dan negara-negara lain baru-baru ini, akan membantu membatasi pemanasan Bumi pada dua posisi Celsius di akhir abad ini. Namun ini pertama tercapai jika upaya menekan emisi gas rumah kaca menjadi “nol” pada tarikh 2050 berhasil.

Enam tahun lalu dalam perundingan di Paris, bertambah dari 190 negara menyetujui untuk mempertahankan kenaikan guru rata-rata di bawah terkatung-katung batas – yang idealnya tidak lebih dari satu, 5 Celsius – selambat-lambatnya pada tahun 2100, dibandingkan masa pra-industri. Ini istimewa untuk mencegah terjadinya bala serius pada manusia serta alam.

The Climate Action Tracker memperkirakan negeri saat ini melampaui bahan kesepakatan Paris yang invalid ambisius, yaitu sebesar 0, 9 derajat. T he Climate Action Tracker adalah piranti untuk melacak langkah-langkah yang diambil terkait iklim dan disusun oleh sekelompok pengkaji guna menerjemahkan target serta emisi nyata ke di perkiraan suhu.

“Ini masih merupakan perubahan iklim yang sangat membatalkan, situasi yang pada dasarnya tidak dapat dikendalikan serta harus kita hindari dengan melakukan segala cara, ” ujar Niklas Hoehne pada New Climate Institute, lupa seorang peneliti studi itu.

Dengan menancapkan proposal terbaru dari kaum negara dalam perhitungan mereka, para peneliti ini menemukan perkiraan penurunan suhu menjadi 2, 4 Celsius – atau naik 0, dua Celsius dari perkiraan optimis sebelumnya yang dibuat gerombolan itu Desember lalu. Haluan iklim baru yang ambisius dari Presiden Amerika Joe Biden baru-baru ini ikut berkontribusi secara signifikan atas prediksi yang direvisi bersama Bon Eropa, China, Jepang & Inggris.

Namun jika 131 negara dengan menyumbang hampir tiga perempat emisi gas rumah kaca dunia itu benar-benar memenuhi tujuan “nol bersih” dengan dijanjikan atau yang dibahas, maka target dua taraf akan dapat dipenuhi, perkataan Hoehne. [jm/em]