COVID-19 Kembali Merebak, Bandara Singapura Perketat Aturan

0
64

Bandara Singapura mengutarakan pada Senin (24/5) kalau pihaknya meningkatkan langkah-langkah untuk mencegah wabah virus corona, termasuk memisahkan kedatangan tamu dan sekitar 14 ribu pekerja ke zona risiko yang berbeda. Langkah itu diambil setelah munculnya klaster COVID-19 aktif terbesar di negara itu.

Pihak berwenang mengatakan bahwa klaster Bandara Changi yang melibatkan lebih dari 100 kasus kemungkinan menyebar melalui seorang pekerja yang membangun keluarga yang terinfeksi dengan tiba di negara itu. Beberapa dari kasus itu termasuk varian B. satu. 617, yang pertama kala ditemukan di India.

Pekerja di zona risiko tertinggi, seperti dalam dermaga terminal, aula imigrasi kedatangan, dan pengambilan bagasi, akan divaksinasi dan dipisahkan dari staf lain. Operator bandara dalam sebuah maklumat, seperti dikutip Reuters , mengatakan para pekerja itu akan diberi pakaian pelindung lengkap. ‚Äč

Ditambahkan bahwa para pengikut dari negara berisiko betul tinggi akan dikawal melalaikan imigrasi ke fasilitas karantina mereka tanpa melalui pangkalan lain.

Bagian berwenang telah dikritik pada internet dan media sosial karena tidak melakukan tindakan seperti itu lebih pembukaan mengingat dampak internasional lantaran varian yang sangat menular.

Menteri Kesehatan Singapura Wang Yegong mengutarakan bulan ini bahwa pekerja bandara yang menerima penumpang dari negara berisiko luhur mungkin telah menginfeksi karakter lain di gerai makanan di bandara.

Merebaknya COVID-19 di bandara adalah bagian dari kebangkitan kembali penyakit itu pada Singapura. Pada Senin (24/5), Singapura melaporkan 24 kasus penularan local setelah berbulan-bulan hanya melaporkan sedikit atau tidak ada kasus lokal setiap hari. [na/ft]