Pembawa Acara TV Pakistan Dipecat Sebab Diduga Kritik Militer

0
45

Seorang protokol bincang-bincang politik di TV yang populer di Pakistan, Senin (31/5), mengatakan dia telah dipecat karena kritiknya terhadap militer yang berpengaruh di negara itu.

“Tak ada dengan baru bagi saya. Aku telah dilarang dua kali sebelumnya. Telah dua kala kehilangan pekerjaan, ” cuit Hamid Mir, pembawa kesibukan “Capital Talk” di stasiun televisi swasta Geo News , di Twitter.

Pengumuman itu muncul hanya kira-kira hari setelah Mir mengantarkan pidato berisi kritik terhadap militer, dalam sebuah rapat umum di Islamabad buat mendukung rekan sesama pewarta, Asad Ali Toor, yang dipukuli oleh penyerang tidak dikenal di apartemennya di ibu kota Pakistan minggu lalu.

Jang/Geo Group, perusahaan tempat Mir bekerja, mengemukakan dalam suatu pernyataan bahwa komite editorial dan pengacaranya “akan mengawasi tentang pelanggaran kebijakan dan undang-undang” dan sementara tersebut acaranya, akan diisi dengan pembawa acara pengganti.

“Namun hendak sulit bagi grup serta para editornya untuk membuktikan kepemilikan atas konten dengan disampaikan di luar lingkup, masukan dan pedoman para editor, dan yang tidak dicek faktanya dan tidak disetujui oleh tim editorial, ” kata grup jalan itu.

“Lolos dari upaya pembunuhan namun tidak dapat berhenti angkat suara untuk hak-hak yang diberikan dalam konstitusi. Kala ini, saya siap untuk konsekuensi apapun dan jadi bertindak apapun karena itu mengancam keluarga saya, ” kata Mir dalam tuduhannya melalui Twitter, tanpa menyebut satu pun individu ataupun institusi Pakistan.

Organisasi jurnalis setempat menuntut penjelasan dari pengelola jaringan berita itu.

Menteri Informasi Fawad Hussain Chaudhry menulis dalam kaidah Urdu di Twitter bahwa pemerintah tidak ada gantung pautnya dengan pekerjaan organisasi penyiaran manapun, dengan mengutarakan mereka semua bekerja di bawah pasal-pasal konstitusional yang relevan dan secara khali memutuskan untuk menayangkan program-program maupun menunjuk tim yang menjalankannya.

Mir ditembak dalam tahun 2014 di Karachi, kota pelabuhan di Pakistan Selatan dan terluka parah. Ia dan keluarganya kala itu menuduh badan spionase utama Pakistan, ISI, merancangkan serangan tersebut, tuduhan yang dibantah keras oleh para-para pejabat.

Para-para aktivis kebebasan pers lokal dan internasional kerap mendakwa militer Pakistan dan badan-badan spionasenya mengintimidasi dan menyusun serangan terhadap para pewarta, tuduhan yang ditolak serta disebut tidak berdasar sebab para pejabat militer serta pemerintah.

Persen HAM Pakistan yang independen mengecam keputusan untuk memecat Mir setelah “ia berbahasa berapi-api” menentang pembatasan kemandirian menyatakan pendapat di Pakistan.

“Kami menuntut agar Mir diizinkan untuk segera memulai kembali perintah profesionalnya dan ancaman terhadapnya diperhatikan dengan serius dan ditangani, ” cuit upah tersebut.

Amnesty International pula menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa penyensoran, pelecehan dan kekerasan fisik tidak bisa konsekuensi pekerjaan para jurnalis.

Komisi mencuit bahwa tindakan “hukuman terhadap Mir” sangat merusak tanggung jawab media dan bagian berwenang dalam melindungi privilese berbicara di tengah status yang sudah represif. ”

Toor mengutarakan kepada polisi bahwa para-para penyerangnya mengaku sebagai amtenar ISI sebelum menyerangnya.

Hussain dan awak spionase itu menolak tuduhan yang disebutnya tidak berdasar dan bermotivasi politik.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab berasaskan serangan itu, dan belum ada seorang pun ditahan terkait serangan itu. [uh/ab]