Japan Tegaskan Hubungannya dengan Taiwan Tidak Resmi

0
158

Hubungan Jepang dengan Taiwan bersifat nonpemerintah serta praktis dan didasarkan dalam pengakuan Tokyo terhadap China sebagai satu-satunya pemerintah dengan sah, kata seorang pejabat tinggi Jepang, Jumat (11/6).

Pernyataan Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato itu disampaikan menyusul protes Beijing terhadap pertama menteri Jepang baru-baru tersebut yang merujuk pulau tersebut sebagai sebuah negara.

Sewaktu China menunjukkan pengaruhnya di Selat Taiwan dan kawasan Asia-Pasifik, perkara Taiwan adalah topik sensitif, terutama karena Jepang, Amerika Serikat, dan sejumlah negara demokrasi lainnya mengembangkan ikatan yang lebih dekat secara pulau yang memiliki tadbir sendiri yang dianggap Beijing sebagai wilayah yang memberontak yang akan disatukan melalaikan kekerasan jika perlu.

Kato mengatakan pada konferensi pers reguler, Jumat (11/6), bahwa posisi Jepang adalah untuk mempertahankan ikatan kerja dengan Taiwan pada tingkat nonpemerintah, sejalan dengan Komunike Jepang-China pada 1972, ketika Tokyo mengalihkan penyungguhan diplomatik dari Taiwan ke China. “Itu kebijakan pokok kami dan tidak ada perubahan untuk itu, ” katanya.

Penjelasan Kato muncul sehari sesudah China memprotes pernyataan Perdana Menteri Yoshihide Suga melanggar Taiwan sebagai sebuah negara selama debat parlemen, Rabu.

Suga, berbarengan menjawab pertanyaan tentang langkah-langkah pandemi, menyebut Taiwan, Selandia Baru, dan Australia jadi “tiga negara”.

Juru bicara Kementerian Sungguh Negeri China Wang Wenbin mengatakan, Kamis, bahwa penjelasan tersebut melanggar janji betul-betul Jepang untuk tidak memandang Taiwan sebagai sebuah negara.

“Kami sangat menyesalkan pernyataan Jepang yang keliru dan telah mengajukan keluhan serius kepada Jepang, menuntut Jepang segera menghasilkan klarifikasi yang jelas untuk menghilangkan dampak buruk dengan disebabkan oleh pernyataan terkait, dan untuk memastikan bahwa situasi seperti itu tak akan terjadi lagi, ” kata Wang.

Pada Jumat, majelis luhur parlemen Jepang mengadopsi putusan yang menyerukan agar Pola Kesehatan Dunia (WHO) memurukkan Taiwan dalam pertemuan biasanya, dengan mengatakan keahliannya mengenai langkah-langkah penanggulangan virus corona sangat diperlukan.

China sejauh ini sudah memblokir langkah itu, dan telah meningkatkan isolasi diplomatik Taiwan, sehingga membuat tanah itu kini hanya mempunyai sekitar selusin sekutu diplomatik formal. Taiwan masih mengoperasikan jaringan kantor perdagangan di seluruh dunia yang bertindak sebagai kedutaan de facto, termasuk di Amerika Serikat, Jepang, dan sebagian besar negara-negara besar lainnya.

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi secara hati-hati menyebut Taiwan sebagai sebuah wilayah dalam pandangan singkatnya yang menekankan pentingnya memasukkan pulau itu buat kepentingan kesehatan masyarakat global.

Jepang serupa telah menyumbangkan 1, 24 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Taiwan saat negeri itu memerangi wabah infeksi terbesarnya di tengah cacat vaksin. Taiwan menyalahkan China karena ikut campur dalam suara potensial untuk vaksin lain. [ab/uh]