Pertumbuhan Ekspor Juni China Lampaui Prakiraan

0
32

Ekspor China tumbuh jauh lebih lekas daripada yang diperkirakan di dalam bulan Juni karena permintaan global yang kuat dengan didorong oleh pelonggaran langkah-langkah lockdown dan gerakan vaksinasi di bermacam-macam penjuru dunia melampaui perebakan virus dan penundaan di pelabuhan.  Pertumbuhan memasukkan juga melampaui ekspektasi, walaupun lajunya menurun pada kamar Mei, dengan nilai memasukkan naik yang didorong sebab tingginya harga bahan pokok, menurut data bea hari Selasa (13/7). Karena upaya-upaya Beijing yang lebih awal dalam menanggulangi pandemi daripada mitra-mitranya, eksportir terbesar di dunia ini berhasil mencapai kebangkitan ekonomi dengan kuat setelah mengalami pelambanan yang dipicu oleh epidemi virus corona dalam kurang bulan pertama tahun 2020. Nilai ekspor dalam dolar naik 32, 2 persen pada bulan Juni dipadankan dengan setahun sebelumnya, serta naik dari pertumbuhan 27. 9 persen pada bulan Mei. Para analis dengan disurvei Reuters sebelumnya memprediksi kenaikan 23, 1 persen. “Ekspor dengan mengejutkan naik pada bulan Juni, mengurangi dampak penyudahan sementara pelabuhan Shenzhen serta hambatan rantai pasokan lainnya, ” kata Louis Kuijs, kepala bidang ekonomi Asia di Oxford Economics.  Kinerja perdagangan China telah mengalami beberapa tekanan di beberapa bulan ini, pertama karena kekurangan semikonduktor global, kemacetan logistik, serta kenaikan harga bahan baku dan biaya pengiriman. Namun, pelonggaran langkah-langkah lockdown global terkait COVID-19 dan gerakan vaksinasi tampaknya menjunjung kenaikan kuat dalam suruhan barang-barang China di segenap dunia.  Angka ekspor yang kuat bulan berserakan menegaskan sejumlah survei pabrik yang kuat di luar negeri. Pengukuran terhadap kegiatan pabrik AS naik mencapai rekor pada bulan Juni, sementara pertumbuhan di zona Euro meningkat dengan cepat tercepat dalam 15 tahun. Data juga menunjukkan memasukkan naik 36, 7 upah bulan lalu dibandingkan angka setahun sebelumnya, melampaui gambaran 30, 0 persen, namun menurun dari pencapaian 51, 1 persen pada bulan Mei, yang merupakan cepat pertumbuhan impor tertinggi pada satu dekade. Juru cakap administrasi bea cukai China Li Kuiwen mengatakan perniagaan negaranya mungkin melamban di semester kedua 2021, pertama mencerminkan dampak statistik daripada tingkat pertumbuhan yang mulia pada tahun lalu.  Li, yang berbicara dalam konferensi pers di Beijing, juga mengatakan bahwa risiko inflasi impor dapat ditangani, tetapi perdagangan China masih menghadapi ketidakpastian karena pandemi global. “Tetapi secara keseluruhan kami pikir perdagangan asing negeri China dalam semester kedua masih memiliki harapan mencapai pertumbuhan yang relatif pesat, ” ujarnya. China mencatat surplus perdagangan 51, 53 miliar dolar bulan lalu, dibandingkan dengan prediksi 44, 2 miliar dolar surplus dan nilai ekses pada bulan Mei yang mencapai 45, 54 miliar dolar. Surplus perdagangan China dengan AS membengkak menjadi 32, 58 miliar dolar dalam bulan Juni, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data bea tol, naik dari 31, 78 miliar dolar pada kamar Mei. [uh/ab]Â