Mulia Kasus Positif COVID-19, Selandia Baru Berlakukan Lockdown

0
19

Perdana Menteri Jacinda Ardern menempatkan Selandia Baru di dalam tiga hari lockdown, Selasa (17/8) setelah satu peristiwa infeksi COVID-19 dikonfirmasi di sebuah komunitas di Auckland, kota terbesar di negeri itu. Infeksi baru itu yang pertama di Selandia Baru dalam enam bulan, didiagnosis pada seorang pria berusia 58 tahun yang telah mengunjungi daerah kira-kira Coromandel, meski tidak diketahui bagaimana ia tertular virus yang menyebabkan COVID-19 itu. Dalam sebuah jumpa pers, Ardern menyampaikan tidak akan diketahui secara pasti apakah kasus tersebut disebabkan varian delta yang sangat menular sampai pengetesan genetik lengkap dilakukan. Arden menyatakan Auckland dan Coromandel akan beruang dalam keadaan lockdown selama tujuh hari sementara negara lainnya memberlakukan tiga hari. “Varian delta disebut-sebut sebagai faktor pengubah, dan tersebut memang terjadi, ” sebutan Ardern kepada sejumlah kuli. “Itu berarti kita harus kembali bekerja keras dan menghentikan lebih awal penyaluran ini. Kita telah melihat apa yang bisa berlaku di tempat lain kalau gagal mengatasinya. Kita cuma punya satu kesempatan. ” Jika dikonfirmasi, Selandia Hangat akan menjadi salah satu negara terakhir di dunia di mana varian itu muncul. Di bawah metode lockdown level 4 pada Selandia Baru, sekolah, jawatan, dan semua bisnis mau ditutup, dan hanya servis esensial yang dapat beroperasi. Perintah terakhir untuk langgeng berada di rumah dicabut pada Maret lalu. Negara berpenduduk 5 juta roh itu termasuk yang ulung di dunia dalam penanganan virus penyebab COVID-19. Di Selandia Baru hanya berlaku 2. 914 kasus secara 26 kematian, menurut Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS, yang membuntuti wabah secara global. Sebagian besar dari keberhasilan tersebut dikarenakan Selandia Baru menyumbat perbatasannya selama 18 kamar terakhir bagi warga yang bukan penduduknya. [mg/lt]