Kok Rusia Dukung China pada Sengketa dengan Negara Ke-3?

0
12

Rusia, yang pernah menjadi duri dalam hubungan dengan China, mendukung Beijing terkait perselisihannya dengan negeri ketiga, termasuk kedaulatan maritim di Asia Tenggara, buat melawan pengaruh Washington di Asia, menurut pandangan sebanyak pakar. Dengan militer terkuat kedua di dunia sesudah AS, Rusia sesekali mempersiapkan latihan militer dengan China, sedikitnya empat kegiatan yang dipublikasikan hingga saat tersebut. Rusia juga menjual senjata ke tetangga raksasanya itu, sekaligus bergabung dengan China dalam mengkritik negara-negara Barat. Beberapa pejabat di Moskow sedang berupaya mendukung klaim Beijing atas Laut China Selatan yang diperebutkan. Keberpihakan itu tidak ditunjukkan secara terang-terangan mengingat lima negeri Asia lainnya, yang sejajar dengan China atas di jalur perairan yang sama, kata Alexander Vuving, guru besar pada Pusat Studi Ketenangan Asia-Pasifik Daniel K. Inouye di Hawaii. China dan Rusia saling membutuhkan untuk menunjukkan kepada Amerika Konsorsium, mantan musuh Perang Tebal telinga keduanya, bersama sekutu-sekutunya kalau kedua negara itu tak “sendirian, ” tambah Alexander. Kapal Angkatan Laut GANDAR secara teratur berlayar pada Laut Cina Selatan untuk menjaga agar Beijing pasti terkendali. Sejak akhir Juli lalu, sedikitnya delapan negeri sekutu Barat lainnya telah berencana mengirimkan kapal-kapal armada laut ke Laut Cina Selatan yang kaya sumber daya yang membentang sebab Hong Kong hingga ke Pulau Kalimantan. Langkah itu dilakukan sebagai dukungan supaya jalur tersebut tetap terbuka secara internasional daripada dikendalikan oleh China. “Pada dasarnya, ini lebih merupakan tantangan atas kekuatan global GANDAR daripada keberpihakan Rusia pada China dalam sengketa daerah di Laut China Selatan, ” kata Vuving. Rusia dan China mengadakan latihan militer lima hari dalam wilayah terpencil China pusat pekan lalu, mengikutkan bertambah dari 10. 000 awak, pesawat, artileri dan organ lapis baja. Demikian seolah-olah diberitakan oleh CGTN (Jaringan Televisi Global China ) melalui situsnya. Tiga tarikh lalu, militer kedua negeri dilatih di Rusia buat latihan Vostok-2018 di Rusia dan China mengirimkan 3. 200 tentara. Angkatan bersenjata China masih menggunakan logistik dan keahlian dari Rusia, kata Collin Koh, seorang peneliti keamanan maritim dalam Nanyang Technological University pada Singapura. Pada tahun 2015 Rusia setuju untuk menjajakan 24 pesawat tempur pada China termasuk empat pola rudal permukaan-ke-udara S-400 secara harga sekitar $7 miliar. [mg/lt]