Afghanistan ‘Jatuh’, Kurdi Khawatir AS Keluar dari Irak dan Suriah

0
11

Minoritas Kurdi di Irak dan Suriah menganggap kehadiran pasukan Amerika penting untuk melindungi itu. Melihat tayangan warga Afghanistan yang putus asa memegangi pesawat Amerika saat lepas landas, timbul pertanyaan serius akan masa depan mereka. “Akankah skenario Afghanistan terulang di Irak? ” ialah pokok berita utama dari dua program TV teratas wilayah Kurdistan Irak: Rudaw dan NRT, Selasa. Itu merujuk pengambilalihan cepat Taliban atas Afghanistan pekan berserakan ketika pasukan Amerika menarik diri dari negara itu. Kurdi di Irak berkecukupan mendapatkan wilayah otonomi sesudah Perang Teluk 1991, ketika Amerika dan sekutu Baratnya membentuk zona larangan terbang kemanusiaan di Irak utara. Ketika kelompok ISIS memiliki perhatian pada 2014, pejuang Kurdi menjadi sekutu pati Amerika di lapangan. Tersebut memungkinkan Kurdi Suriah membentuk pemerintahan dan memproklamirkan muncul di timur laut Suriah. Dalam wawancara dengan VOA, Sheikh Jaafar Sheikh Mustafa, wakil presiden wilayah Kurdistan untuk urusan keamanan, ingin meyakinkan warga Kurdi bahwa Irak tidak mungkin bernasib sama dengan Afghanistan sebab “perbedaan besar” antara kedua negara. “Menurut kami, tentara koalisi tidak akan muncul dari Irak. Tetapi jika itu terjadi, komposisi Irak kini berbeda. Kami memiliki posisi presiden republik. Saya memiliki fraksi politik dan memiliki anggota Parlemen dan menteri-menteri di Irak, ” katanya. Posisi teratas negeri di Irak terbagi menjelma faksi-faksi utama di negeri itu. Kurdi memegang kedudukan kepresidenan, orang Syiah menjabat perdana menteri, dan karakter Sunni menjabat ketua Dewan perwakilan rakyat. Bila pasukan Amerika ditarik, menurut Mustafa, pembagian kewibawaan dan pengakuan pemerintah Irak terhadap pasukan peshmerga Kurdi membuat konfrontasi pada periode depan antara kedua negeri tidak mungkin terjadi. “Irak memiliki pasukan bersenjata serta keamanan di kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri. & di wilayah Kurdistan, awak memiliki pasukan peshmerga dengan kuat yang, dianggap semua orang, mampu menghadapi kekuatan paling kejam di negeri, yaitu ISIS, ” katanya. [ka/ab]