Monday, October 26, 2020
Home Blog Page 22

Pasca Meninggalnya Bupati Morowali Utara, Wartawan Lakukan Isolasi Mandiri

0
Meninggalnya Bupati Morowali Utara Atripel Tumimomor akibat virus corona pada 2 April 2020 membuat cemas para wartawan yang meliput pekerjaan Atripel. Setidaknya ada sepuluh jurnalis yang mengaku sempat bertemu Atripel, sebelum dia dirujuk ke rumah sakit di Makassar,  Sulawesi Selatan.

Karakter Tentara di Baris Depan Pengerjaan Wabah Corona

0
Di banyak negara yang menerapkan karantina wilayah (lockdown) untuk menekan penularan virus corona (COVID-19), prajurit juga ikut sibuk patroli menyoroti pelaksanaan pembatasan akses itu.  Meski Indonesia tak menerapkan lockdown, bukan berarti peran tentara minimal.

Trump: AS Hadapi Pekan-pekan Terberat, mau Ada “Banyak Kematian”

0
Presiden AS Donald Trump, Sabtu (4/4), mengatakan AS akan memasuki apa yang dikatakannya sebagai minggu-minggu "terberat" sementara kasus virus corona melonjak di seluruh negara itu. Dia memperingatkan negara-negara bagian buat tidak melebih-lebihkan kebutuhan akan unit medis yang sangat penting. "Akan ada banyak kematian, sayangnya. Akan ada kematian, " kata Trump ketika mengawali pengarahan hari Sabtu (4/4) mengenai pandemi itu. Trump didampingi oleh Wakil Presiden Mike Pence, Pemimpin Satuan Petugas Virus Corona Dr Deborah Birx, dan Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka AS. Pada Sabtu (4/4), AS mencatat lebih dari 300 seperseribu kasus virus corona, dan total kematian naik menjadi 8. 100. Lebih dari 3. 500 antaralain ada di negara bagian New York.  Trump juga mengatakan pemerintah AS akan mengerahkan ribuan personil militer ke berbagai negara bagian untuk membantu menangani epidemi virus korona. "Kami akan menaikkan militer dalam jumlah sangat gembung untuk membantu, " kata Trump. Dia menambahkan bahwa 1. 000 personil militer dikirim ke New York City, termasuk para sinse dan perawat militer. [vm/ft] Â

Trump Enggan Pakai Masker Sesuai Rekomendasi CDC

0
Gedung Putih menyatakan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Aib AS (CDC) merekomendasikan warga Amerika untuk menutupi wajah mereka zaman pergi keluar rumah, terutama pada sekitar orang lain. Akan tetapi Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia sendiri tidak akan mengindahkan masker penutup wajah tersebut. Trump menyatakan, "Saya tidak akan melakukannya secara pribadi. Itu adalah rekomendasi. " Panduan terbaru menganjurkan warga Amerika menggunakan penutup wajah tengah, seperti t-shirt, syal atau ikat rambut untuk menutupi bagian sekitar indra dan mulut. Masker stardar medis, terutama masker N95, harus disediakan bagi mereka yang berada dalam garis terdepan berjuang melawan pandemi virus corona. Perubahan kebijakan itu muncul karena sejumlah pejabat kesehatan tubuh masyarakat khawatir bahwa mereka yang tidak menunjukkan gejala dapat menyebarkan virus terinfeksi COVID-19. [mg/pp] Â

Bangladesh Didesak Cabut Larangan Telekomunikasi dalam Rohingya Terkait COVID-19

0
Khawatir dengan risiko perebakan virus corona di kamp-kamp pengungsi, sebuah kelompok beranggotakan 50 organisasi kemanusiaan dan advokasi, mengirim surat terbuka, Kamis (2/4). Di dalam surat itu, mereka meminta pemerintah Bangladesh mencabut pembatasan telekomunikasi di permukiman pengungsi Rohingya. Lebih daripada 850. 000 etnis Muslim Rohingya tinggal di distrik tenggara Cox's Bazar yang miskin, sebagian besar di antara 34 kamp itu sungguh-sungguh padat dan kumuh. Wilayah itu termasuk kamp pengungsi terbesar pada dunia, Kutupalong-Balukhali, tempat tinggal untuk lebih dari 600. 000 karakter. Surat yang ditujukan kepada Pertama Menteri Sheikh Hasina, juga mendesak pemerintah untuk menghentikan pembangunan pagar kawat berduri di sekitar barak. "Langkah-langkah ini mengancam keselamatan dan kesejahteraan para pengungsi serta komunitas warga Bangladesh sendiri dan para-para pekerja kemanusiaan, mengingat pandemi COVID-19 terus meningkat, " demikian maklumat surat tersebut. Pada September berarakan, pihak berwenang Bangladesh memerintahkan perusahaan telekomunikasi membatasi jangkauan internet di kamp-kamp tersebut. Lebih dari 12. 000 kartu SIM ponsel lantaran para pengungsi disita, sebut tulisan terbuka yang merujuk angka itu dengan Komisaris Pengungsi dan Perbaikan Bangladesh. Sejumlah larangan itu membatasi kesadaran warga kamp terhadap status darurat kesehatan dan cara buat mengurangi risiko. Mereka tidak bisa mengakses informasi melalui internet, selalu tidak mudah mencek satu sebanding lain melalui ponsel atau minta bantuan medis darurat. Risiko-risiko tersebut di luar batas kemampuan para pengungsi, demikian surat itu lebih jauh menjelaskan. [mg/pp]#@@#@!!

PBB: Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Situ Berani dan Lebih Berbahaya

0
Banyak negara dalam dunia semakin khawatir dengan terjadinya kekerasan yang terkait dengan kelompok-kelompok teror ekstrem sayap kanan.  Penelitian baru menunjukkan terjadinya penambahan 320 persen dalam lima tahun terakhir dalam jumlah serangan semacam itu. Beberapa serangan mematikan selama setahun terakhir, seperti penembakan di Christchurch, Selandia Baru, dan di El Paso, Texas AS, serta perut serangan di Jerman, telah mendapat perhatian internasional. Hasil riset tersebut menggarisbawahi laporan baru dari Direktorat Eksekutif Komite Antiterorisme PBB, yang juga memperingatkan tren itu semakin buruk.  Seperti serangan-serangan oleh sebanyak individu terkait dengan kelompok-kelompok ekstremis sayap kanan terus menambah objek yang meninggal, sementara kelompok-kelompok tersebut sendiri semakin canggih. "Meskipun terorisme ekstrem sayap kanan bukanlah petunjuk baru, terjadi peningkatan dalam saluran dan korban kematian baru-baru ini, " kata UN-CTED dalam keterangan yang dirilis April 2020. Masukan intelijen dari negara-negara anggota PBB menunjukkan tingkat kekerasan tidak bakal berkurang, terutama karena dunia barat, Eropa, Amerika Utara, dan Australasia – terus menunjukkan dampak membatalkan dari serangan-serangan semacam itu. Masukan PBB itu mengulangi peringatan Asosiasi Eropa dan Amerika Serikat, yang memperingatkan ancaman yang berasal dari ekstremisme sayap kanan. [mg/ii]#@@#@!!

PBB: Virus Corona Krisis Global Terbesar Sejak Perang Dunia II

0
Penulis Jenderal PBB António Guterres mengatakan pandemi virus corona adalah krisis global yang paling menyulitkan sejak Perang Dunia II. "Suatu kombinasi penyakit yang menjadi ancaman bagi semua orang di dunia dan berdampak di dalam resesi ekonomi yang mungkin tidak ada duanya dalam sejarah dunia belakangan ini, " kata Guterres di konferensi pers jarak jauh, Selasa (31/3) malam. Sekjen PBB tersebut menyerukan negara-negara kaya dunia untuk menambah kapasitas pinjaman Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu negeri2 yang kurang mampu dalam bertemu perebakan virus corona. Guterres membenarkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat sedang menghadapi masalah besar pada menangani pandemi COVID-19. Namun dia lebih jauh menambahkan, "kekuatan kita hanyalah sekuat sistem kesehatan terlemah dalam dunia yang saling bersandar. " Guterres memperingatkan jika virus corona dibiarkan tak terkendali di negara berkembang,  wabah itu mau kembali menyebar dengan cepat pada seluruh dunia. Sekjen PBB tersebut menjelaskan setelah krisis itu sudah, tatanan sosial ekonomi global menetapkan diubah. “Segala hal yang dikerjakan selama dan setelah krisis ini harus benar-benar berfokus untuk membangun ekonomi dan masyarakat yang bertambah setara, inklusif, dan berkelanjutan jadi mempunyai daya tahan menghadapi pandemi, perubahan iklim, dan banyak tantangan global lainnya, ” kata Guterres lebih lanjut. Direktur Jenderal Institusi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan, Rabu (1/4), ia "sangat prihatin dengan cepatnya peningkatan dan penyebaran infeksi global. " Tedros mengungkapkan terjadinya "peningkatan yang sangat besar" pandemi COVID-19 dalam lima minggu terakhir. Ia mengatakan jumlah kematian menyusun lebih dari dua kali lipat dalam sepekan terakhir, dan memperhitungkan jumlah infeksi akan mencapai satu juta orang dan jumlah kematian mencapai 50. 000 jiwa. [mg/ii]#@@#@!!

Penanggung COVID-19 di Chicago Masih Menanjak

0
Seorang pejabat Chicago mengemukakan infeksi COVID-19 di kota itu "masih terus meingkat" dan akan "terus terangkat pada hari-hari mendatang. " "Saya kira, sebagian jumlah itu merupakan hasil pengetesan dan sebagian lagi infeksi yang meningkat, " kata Dr. Allison Arwady dari Departemen Kesehatan tubuh Masyarakat Chicago dalam penjelasan bersama Wali Kota Lori Lightfoot dalam penjelasan, Rabu (1/4). Arwady lebih tinggi mengatakan. "Kami terus mengamati data-data itu. " Hingga Selasa (31/3), Chicago mencatat lebih dari 20 kematian. Lightfoot mengatakan, Rabu (1/4), seorang pegawai kantor wali praja meninggal karena COVID-19, tetapi tidak menyebutkan identitas pekerja itu. Lightfoot mengatakan sebuah fasilitas medis sementara yang sedang dibangun di gedung konvensi McCormick Place di Chicago belum akan siap menampung anak obat minggu ini. Chicago dan semesta warga negara bagian Illinois diwajibkan tetap berada di dalam rumah hingga 30 April mendatang. [mg/ii]#@@#@!!

San Diego Tampung Tunawisma di Gedung Konvensi

0
San Diego menelungkupkan gedung konvensi yang berada pada tepi laut sebagai tempat tinggal tengah bagi para tunawisma di praja tersebut. Stasiun televisi KGTV melaporkan sekitar 400 orang mulai tukar pada Rabu (1/4), dan gedung itu diperkirakan bisa menampung satu. 500 tunawisma. Wali Kota Kevin Faulconer mengatakan gedung konvensi menyimpan layanan yang serupa dengan tempat penghimpunan lainnya bagi para tunawisma, tercatat pemeriksaan kesehatan. Sejumlah pejabat kota menjelaskan tempat penampungan lain prospek tidak aman karena wabah virus corona. Tempat-tempat tidur ditempatkan terpisah dan berjarak lebih jauh satu sama lainnya dalam gedung pedoman itu. Gedung itu digunakan sebagai tempat Konvensi Nasional Partai Republik pad 1996. [mg/ii] Â

AS Kerahkan Kapal-kapal AL Anti-Narkoba Depan Venezuela

0
Presiden Donald Trump, Rabu (4/1), mengumumkan kapal-kapal Angkatan Bahar AS dikerahkan ke Venezuela dalam tengah upaya pemerintah AS menguatkan sejumlah operasi anti- narkotika di wilayah Karibia. Langkah itu menyusul dakwaan kejahatan narkoba yang dijatuhkan oleh AS kepada Nicolás Maduro. Pengumuman presiden itu merupakan pengalihan dalam taklimat harian Gedung Putih untuk membahas pandemi virus corona. Wabah virus itu mengakibatkan karantina di sejumlah wilayah. Pemerintah memperingatkan kematian akibat wabah virus corona bisa mencapai 100. 000 mematok 240. 000 kematian. "Rakyat Venezuela tetap terus menderita karena Maduro dan sejumlah kriminal menguasai negeri itu, dan para penyelundup narkoba memanfaatkan pelanggaran hukum ini, " kata Menteri Pertahanan Mark Esper setelah pengumuman presiden tersebut. Urusan itu melibatkan pengiriman kapal perang Angkatan Laut tambahan, pesawat pengintai dan tim pasukan khusus dengan kapasitas kontra-narkotika AS yang hampir dua kali lipat di wilayah Barat, termasuk sejumlah pasukan yang beroperasi di Karibia dan Pasifik Timur. Esper menyatakan misi itu akan didukung oleh 22 negara sekutu. "Ketika pemerintah dan sebesar negara fokus pada virus corona, sebuah ancaman meningkat dari golongan, penjahat, teroris, dan aktor biadab lainnya yang mengeksploitasi situasi buat meraih keuntungan, " jelas Trump. "Kita tidak boleh membiarkan tersebut terjadi. "Â[mg/ft]#@@#@!!