Wednesday, October 21, 2020
Home Blog Page 3

Ketua Putuskan Assange Tak Diekstradisi ke AS Hingga Akhir 2020

0
Pendiri WikiLeaks,  Julian Assange, tampaknya akan menghabiskan abu 2020 ini di dalam sel penjara di Inggris sebelum keahlian apakah ia dapat diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuntutan spionase. Hakim memutuskan hal tersebut dalam sebuah persidangan pada Kamis (1/10). Setelah sidang dengar kesimpulan selama hampir empat minggu di pengadilan Old Bailey, London, ketua distrik Vanessa Baraitser mengatakan ia akan menyampaikan keputusannya soal apakah akan memenuhi permintaan ekstradisi Assange ke Amerika pada 4 Januari 2021, pukul 10. 00 pagi. Assange sedang berjuang agar tidak diekstradisi ke Amerika. Tim jaksa Amerika telah mendakwa Assange, dengan berusia 49 tahun, atas 17 tuduhan spionase dan satu tuduhan penyalahgunaan komputer terkait publikasi sertifikat rahasia militer Amerika terkait konflik di Afghanistan dan Irak, sepuluh tahun lalu oleh WikiLeaks.  Setelah penundaan pada Kamis (1/10) itu, tunangan Assange yang pula ibu dari dua anak mereka, Stella Moris, mengatakan “Julian membutuhkan kebebasannya dan demokrasi membutuhkan privilese pers. ” Para pengunjuk mengalami berkumpul di depan pengadilan Old Bailey di pusat kota London untuk mendukung pendiri WikiLeaks tersebut. Tim pembela Assange menilai pria itu berhak mendapat perlindungan berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi karena mencetak dokumen-dokumen rahasia yang bocor & mengungkapkan kesalahan militer Amerika. Itu juga berpendapat bahwa permintaan ekstradisi itu bermotif politik. Editor WikiLeaks, Kristinn Hrafnsson, mengatakan ekstradisi bermanfaat “kegelapan bagi kita semua. ” [em/pp]#@@#@!!

Kelompok “Proud Boys” Bangga Disebut Trump dalam Debat Capres

0
Kelompok yang dikenal bermotif kebencian, “Proud Boys”,  menjadi terkenal sejak Presiden Donald Trump menolak mengecam mereka dan kelompok-kelompok supremasi kulit putih lainnya secara langsung dalam debat calon presiden di Cleveland, Ohio, Selasa (29/9) malam lalu. Trump, yang telah dikritik karena tidak pernah secara eksplisit mengecam ekstremis sayap kanan, ditanya oleh moderator debat yang juga wartawan kawakan dari Fox News, Chris Wallace, apakah ia akan mengutuk kelompok supremasi kulit putih. “Siapa yang ingin saya hujat? ” tanya Trump sebelum penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden menyebut “Proud Boys”, yang juga kelompok sayap kanan yang mendukung Trump. “The Proud Boys? Mundur dan bersiaplah! ” jawab Trump dengan samar. “Namun, saya ingin mengatakan, ” lanjut Trump, “seseorang harus melakukan sesuatu terhadap antifa dan kelompok kiri karena ini bukan masalah kelompok sayap kanan, ini masalah kelompok sayap kiri. ” Pemimpin terkemuka “Proud Boys” yang kerap hadir dalam pawai-pawai politik Trump, menganggap hal itu sebagai dukungan atas perjuangan mereka melawan aktivis antifasis yang dikenal sebagai "antifa. " Lewat Instagram, Enrique Tarrio, salah seorang pemimpin “Proud Boys” menulis bahwa ia “bersemangat dengan penyebutan (nama kelompoknya. red) di panggung debat. ” Ditambahkannya, “ia (Trump. red) meminta "Proud Boys" untuk mundur dan bersiap, ini adalah yang SELALU kami lakukan, ” tulis Tario.  Pengelola “Proud Boys” lainnya Joe Biggs, melangkah lebih jauh lagi. “Trump pada dasarnya mengatakan ….. mereka! ” tulis Biggs. “Ini membuat saya sangat gembira. ” Di tengah meningkatnya kecaman terhadap penolakan Trump untuk mengecam kelompok supremasi kulit putih, Trump pada Rabu (30/9) tampak mengubah sikapnya. “Saya tidak tahu siapa Proud Boys, ” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih. “Siapa pun mereka, mereka harus mundur. ” Ditanya apakah ia mengecam kelompok supremasi kulit putih, Trump mengatakan “saya selalu mengecam apapun bentuk, apapun bentuk, apapun yang harus dikecam. ” Biden mengkritisi penampilan Trump di panggung debat. Ditanya wartawan di Ohio apakah ia ingin memberikan saran pada “Proud Boys, ” mantan wakil presiden itu menjawab “cease and desist” atau “hentikan dan bubarkan” kegiatan mereka. Kontroversi ini mengemuka ketika Trump tetap menyalahkan terjadinya aksi kekerasan di demonstrasi menuntut keadilan ras di seluruh Amerika hanya pada antifa, bertolak belakang dengan penilaian direktur Biro Penyelidik Federal (the Federal Bureau of Investigation/FBI) bahwa aksi kekerasan oleh kelompok kulit putih masih menjadi ancaman keamanan terbesar di dalam negeri. [em/pp]#@@#@!!

Bahan Hakim Agung Usulan Trump Bersemuka Pemimpin Faksi Republik

0
Anggota-anggota Konvensi bersiap menghadapi pertarungan sengit untuk konfirmasi calon hakim agung alternatif Presiden Donald Trump, Amy Coney Barrett, yang akan dilangsungkan cuma beberapa minggu sebelum pemilu presiden pada 3 November nanti. Cara tersebut dimulai pada Selasa (29/9) ketika Barrett, yang akan menjadi calon konservatif ketiga yang diajukan Trump untuk menjadi hakim gemilang jika disetujui, datang ke Kongres untuk mengikuti serangkaian pertemuan penting dengan para senator faksi Republik. “Hakim Barrett, secara pribadi, mewakili yang terbaik dari Amerika, di dalam hal kecerdasan yang luar pelik dan latar belakangnya yang bergaya, ” ujar Wakil Presiden Mike Pence ketika menemani Barrett ke Capitol Hill. “Kami sangat tetap bahwa rakyat Amerika akan bersekolah banyak tentang Hakim Amy Coney Barrett, mereka akan terinspirasi sama dengan Presiden Trump ketika ia mencalonkannya. ” Barrett juga bertemu dengan Ketua Komite Kehakiman di Senat Lindsey Graham dan anggota-anggota komite dari faksi Republik yaitu Mike Crapo, Chuck Grassley, Mike Lee dan Senator Ted Cruz. Kelompok Demokrat menentang keras pencalonan Barrett dan akselerasi yang dilakukan faksi Republik dalam proses konfirmasi ini. Faksi Demokrat bersikeras bahwa pemimpin pemilihan presiden yang berhak menganjurkan pengganti hakim agung Ruth Bader Ginsburg yang meninggal pada 18 September lalu. Menurut sejumlah jajak pendapat, sebagian besar warga Amerika menyetujui pandangan Faksi Demokrat ini. [em/pp]#@@#@!!

Putin Ingatkan Upaya Mengatasi Pandemi “Belum Berakhir”

0
Pemimpin Rusia Vladimir Putin, Senin (28/9), mengingatkan bahwa upaya melawan pandemi virus corona belum lagi sudah dan menyerukan kepada semua bagian untuk tetap waspada di sedang peningkatan kasus baru setiap keadaan di negara itu. Pejabat-pejabat kesehatan Rusia melaporkan lebih dari 8. 000 kasus baru setiap hari, yang pertama kali sejak rata-rata Juni lalu. Dengan 8. 134 kasus baru yang dilaporkan hari ini, jumlah kasus di Rusia kini mencapai 1, 16 juta – yang keempat tertinggi dalam dunia. Hampir 27 persen kejadian baru pada Senin (28/9), yakni sekitar 2. 217 kasus, tercatat di ibu kota Moskow.  Dalam konferensi pers dengan anggota-anggota Dewan Negara, Putin meminta warga Rusia untuk mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan pakar-pakar kesehatan. “Seperti dengan sudah saya sampaikan beberapa kala bahwa perlawanan terhadap pandemi itu belum berakhir, masih terus berlaku. Tidak ada hal apapun dengan membuat kita bisa rileks & melonggarkan kewaspadaan kita. Saya seluruhnya lagi ingin menyampaikan kepada awak, risiko masih ada, " perkataan Putin. Dia meminta warga buat lebih bertanggungjawab pada diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka serta mengikuti rekomendasi dari pakar kesehatan tubuh. "Ini penting demi keamanan & perlindungan kesehatan Anda, " tegasnya. Pihak berwenang di Moskow pekan lalu meminta warga lansia untuk tinggal di rumah mulai Senin ini (28/9) dan para pengusaha atau majikan harus mengijinkan pekerja atau bawahan mereka sedapat barangkali bekerja dari rumah. Putin tak memberlakukan langkah-langkah pencegahan baru, dengan mengatakan keputusan untuk memberlakukan pemisahan berskala luas atau tidak, “tergantung pada kita semua. ” Total kasus baru virus corona di Rusia mulai meningkat pesat bulan ini, yang sebelumnya telah mencabut sejumlah pembatasan dan mengizinkan beroperasinya kembali penerbangan antar sejumlah negara. Rusia adalah negara pertama pada dunia yang menyetujui vaksin anti-virus corona bulan lalu. Langkah ini memicu kecaman dari sebagian ahli kesehatan di dunia karena vaksin hanya diujicobakan pada sedikit orang dan menilai masih diperlukan kupasan lebih jauh untuk meninjau ketenangan dan efektifitas vaksin ini. [em/pp]#@@#@!!

Target Meninggal Akibat Covid-19 di Negeri Lampaui 1 JutaÂ

0
Jumlah korban tewas akibat virus corona di seluruh dunia melampaui angka satu juta, Minggu (27/9). Virus itu muncul kurang dari setahun lalu di China dan meluas ke seluruh dunia. Pandemi Covid-19 telah merugikan ekonomi global, menyulut ketegangan geopolitik serta mengoyak kehidupan, dari kawasan kumuh India dan hutan di Brazil sampai kota terbesar AS, New York. Perhelatan olahraga, acara per tatap muka, dan perjalanan global terhenti karena para penggemar, penonton, dan turis diperintahkan tinggal pada rumah, mengikuti aturan karantina wilayah ketat guna mencegah penyebaran virus corona. Pembatasan sosial yang ketat kepada lebih dari empat miliar karakter yang diberlakukan pada April, awalnya berhasil memperlamban laju penyebaran. Namun, sejak pembatasan dilonggarkan, kasus-kasus beranjak lagi. Menurut penghitungan kantor informasi AFP berdasarkan sumber-sumber resmi, di Minggu (27/9), penyakit itu sudah menewaskan lebih dari satu juta orang dan menginfeksi lebih sejak 33 juta. AS memiliki total kematian tertinggi dengan lebid dari 200 ribu kematian, disusul Brazil, India, Meksiko dan Inggris. Para ilmuwan masih berusaha mengembangkan vaksin yang efektif. Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) awal tarikh ini memperingatkan bahwa krisis ekonomi bisa menyebabkan "krisis yang tidak pernah terjadi sebelumnya" sementara Buatan Domestik Bruto (PDB) dunia merosot. Pada pertengahan September terjadi rekor kenaikan kasus di banyak daerah, dan Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO) telah memperingatkan kalau kematian akibat virus bisa membiak ganda hingga dua juta apabila tidak ada aksi kolektif ijmal. "Satu juta adalah angka yang menyedihkan dan kita harus memikirkannya sebelum korban mencapai dua juta, " kata direktur darurat WHO, Michael Ryan, pada Jumat (25/9). [vm/pp]#@@#@!!

3 Ditangkap dalam Demonstrasi Kanan-Jauh dalam Portland

0
Polisi Portland mengatakan tiga orang ditangkap, Sabtu (26/9), dalam sebuah aksi muncul rasa sayap-kanan di Portland, negara bagian Oregon. Polisi menambahkan bahwa itu juga sedang menyelidiki satu serangan. Aksi unjuk rasa itu diikuti ratusan orang, jauh dari estimasi penyelenggara yaitu 10 ribu orang. Aksi dimulai pada tengah hari dan selesai pada pukul 15. 00 waktu setempat. Departemen Transportasi Oregon sempat menutup sebuah tiang raya interstate. "Tujuan penutupan hidup adalah untuk memungkinkan warga dengan ingin keluar dari wilayah tersebut dan untuk menjauhkan kelompok-kelompok yang bersaing, " kata Chris Liedle, tukang bicara Kantor Sheriff Multnomah County mengatakan menggunakan Twitter. Dikatakannya, tiga orang ditangkap, termasuk seorang laki-laki yang diduga menyetir dalam keadaan mabuk. Kesibukan unjuk rasa mendukung terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden, diorganisasi oleh Proud Boys, kelompok yang menyebut dirinya sebagai "chauvinis Barat. " Organisasi Southern Poverty Law Center mengklasifikasi kawanan itu sebagai "hate group" atau kelompok yang bermotif kebencian. Kaum tersebut menggambarkan aksi unjuk mengalami itu sebagai acara kebebasan tersua untuk mendukung trump dan petugas dan untuk memulihkan hukum dan ketertiban. Gedung Putih belum menilai aksi unjuk rasa di Portland itu. Di kota itu juga, protes-protes harian menentang rasisme serta kebrutalan polisi telah memasuki kamar kelima. [vm/ft]#@@#@!!

Sisa-sisa Predator Laut Jurassic Ditemukan dalam Chili

0
Para ilmuwan menemukan sisa-sisa predator bahar Jurassic yang menyerupai paus eksekutor di gurun terkering di dunia di Chili. Kantor berita Reuters, Jumat (25/9), melaporkan peneliti Universitas Chile mengatakan pliosaurus adalah reptil yang hidup sekitar 160 juta tahun yang lalu. Ia memiliki gigitan yang lebih kuat daripada Tyrannosaurus rex. Menurut Catalan, fosil tersebut merupakan fosil tertua ke-2 dari spesies ini di bagian bumi selatan. Sebagian besar Tanah Atacama, Chili, dulu terendam dalam bawah Samudra Pasifik. Namun, wilayah tersebut sekarang menjadi bentangan pasir dan batu dengan bagian yang tidak tersentuh hujan selama bertahun-tahun. Pliosaurus menguasai wilayah itu, secara tengkorak besar mereka, wajah memanjang, leher pendek, gigi mengancam di tubuh hidrodinamik dan tungkai laksana sirip. Para ilmuwan menemukan bagian rahang, gigi, dan anggota awak makhluk itu "secara ekologis mirip" dengan paus pembunuh di dua lokasi di lembah sungai Loa dekat kota pertambangan Calama. [ah]#@@#@!!

Vatikan-Cina akan Lanjutkan Kerja Sama Sekalipun Dikritik AS

0
Vatikan dan China diperkirakan memperbarui kesepakatan tentang pengukuhan uskup Katolik di China, meskipun Amerika Serikat mendesak Tahta Kudus itu agar bersikap lebih teliti terhadap China. Mengutip sumber yang senior di Vatikan, kantor informasi Reuters mengatakan Paus Fransiskus sudah menandatangani perpanjangan pakta yang sahih pada 2018 itu untuk besar tahun. Pakta itu memungkinkan paus memutuskan tentang pengangkatan uskup pada China. China juga mengisyaratkan kesediaan memperbarui kesepakatan sementara. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin hari Selasa mengatakan "kedua pihak akan terus saling pikiran, berkonsultasi erat, dan meningkatkan hubungan bilateral. " Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo mendesak Vatikan agar bersikap lebih kritis terhadap wilayah Komunis China karena situasi HAM di China telah sangat memburuk di bawah Xi Jinping. "Vatikan membahayakan otoritas moralnya, jika memperbarui kesepakatan itu, " tulis Pompeo di Twitter. Pompeo diperkirakan akan bertemu Paus Fransiskus masa ia berkunjung ke Roma simpulan bulan ini. [ka/pp] Â

Produsen Mobil Tuntut Pemerintah AS Berasaskan Tarif Impor Cina

0
Produsen mobil besar: Tesla, Volvo, Ford dan Mercedes Benz menggugat pemerintah Amerika yang memberlakukan tarif atas barang-barang Cina. Mereka menuntut pengembalian bea impor dengan sudah dibayarkan, berikut bunga. Tuntutan hukum itu diajukan dalam beberapa hari terakhir ini di Mahkamah Perdagangan Internasional yang berbasis di New York dan menyangkut bayaran yang diberlakukan oleh Perwakilan Kulak Amerika atas impor dari Cina. Tesla, dalam tuntutan itu menilai tindakan itu "sewenang-wenang, plin-plan, serta penyalahgunaan kebijakan. " Bea masuk itu muncul di tengah perkara perdagangan yang lebih luas jarang Amerika Serikat dan China. Para-para produsen mobil meminta agar beban dicabut dan uang yang dibayarkan untuk suku cadang impor tersebut dikembalikan. Mercedes dalam tuntutannya menuduh Amerika "melakukan perang dagang dengan belum pernah terjadi, tidak tergantung, dan tidak terbatas yang berimbas pada lebih dari $500 miliar impor dari Republik Rakyat Cina. " Mercedes berpendapat, undang-undang Amerika "tidak memberi wewenang kepada tersangka untuk mengajukan perkara perang dagang yang luas untuk jangka waktu yang tidak jelas, dan dengan cara yang mereka pilih. " Pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump terlibat konflik perdagangan berbulan-bulan secara Cina dan memberlakukan pungutan sebagai bagian dari upaya menghentikan pengusaha Amerika dari teknologi Cina. [ka/ft]#@@#@!!

China, AS, Rusia Soroti Respons Covid-19 di PBB 

0
Sementara debat tahunan Majelis Umum PBB berlangsung, Selasa (22/9), memerangi dan memberantas pandemi virus corona adalah perhatian utama negara-negara besar dunia.  Para pemimpin global bertemu secara virtual tahun ini karena Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona. Menurut Johns Hopkins University Coronavirus Resource Center, yang melacak data Covid-19, Kasus virus corona yang dikonfirmasi di seluruh dunia telah melampaui 31 juta, dengan lebih 960 ribu kematian. Dari China, yang diyakini sebagai negara asal virus, Presiden Xi Jinping berjanji akan mengatasi virus itu. Ia mengumumkan bahwa Beijing akan memberi tambahan $50 juta bagi rencana PBB untuk tanggap kemanusiaan global Covid-19. Ia mengatakan negaranya membuat kemajuan dalam vaksin. Ia juga mengecam upaya mempolitisasi atau menstigmatisasi virus itu.  Dalam pidatonya di PBB, Presiden Amerika Donald Trump mengecam China. Ia menyebut Covid-19 sebagai "virus China", dan mengatakan Beijing harus bertanggung jawab karena telah "melepas virus itu" ke dunia. Ia mengatakan Amerika juga sedang mengembangkan bakal vaksin.  Presiden Rusia Vladimir Putin juga memuji kemajuan negaranya dalam pembuatan vaksin. Dalam pidato melalui video, Putin mengatakan, Moskow siap memberi vaksinnya secara gratis supaya PBB bisa memvaksinasi stafnya. Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo juga menyinggung soal vaksin. Jokowi mengatakan, vaksin adalah penentu dalam perang melawan pandemi.  [ka/pp]