Wednesday, May 12, 2021
Home Blog Page 53

Trump Peringatkan China Bisa Hadapi Dampak karena Covid-19

0
Presiden GANDAR Donald Trump mengatakan Sabtu (18/4) bahwa China harus menghadapi dampak apabila "secara sadar mengatahui kalau pihaknya menyebabkan" pandemi virus corona. "Apabila itu adalah sebuah kealpaan, kesalahan adalah kesalahan. Tapi seandainya mereka secara sadar bertanggung pikiran, tentu harus ada konsekuensinya, " kata Trump kepada para wartawan dalam pengarahan harian. Dia tak merincikan langkah apa yang mungkin akan diambil AS. Trump dan para pembantu senior telah mengkritik keras China atas kurangnya kejernihan setelah virus korona merebak dalam Provinsi Wuhan. Pekan ini tempat menangguhkan bantuan ke Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO), menuduhnya "terlalu fokus pada China. " Washington dan Beijing, dua ekonomi terbesar di dunia, berselisih dengan terbuka mengenai virus itu berulang kali. Trump pada mulanya memuji respon China terhadap wabah tersebut, tapi dia dan para penguasa senior lain juga pernah menyebutnya sebagai "virus China" dan di dalam beberapa hari belakangan telah meningkatkan retorika mereka. Trump mengatakan hubungan AS-China tadinya baik "sampai mereka melakukannya, " merujuk pada konvensi pertanian tahap pertama baru-baru itu yang bertujuan mengakhiri perang dagang antara kedua negara. Dia mengutarakan pertanyaannya sekarang adalah apakah dengan terjadi dengan virus corona merupakan "kesalahan yang tak terkendali, atau disengaja? " Trump juga mempersoalkan tentang sebuah laboratorium di Wuhan yang menurut laporan Fox News pekan ini, kemungkinan telah menggelar virus corona sebagai bagian sejak upaya China untuk meningkatkan kapasitasnya untuk mengidentifikasi dan mengatasi virus. Trump mengatakan pemerintahannya berusaha mencari tahu apakah virus itu berasal dari sebuah laboratorium China. Trump juga kembali meragukan jumlah objek tewas, yang direvisi Jumat (17/4). China mengatakan 1. 300 orang yang meninggal dunia akibat virus korona di Wuhan -separuh dibanding total- belum dihitung. Tapi China menegah pihaknya menutup-nutupi angka sebenarnya. [vm/ft] Â

Suriah Timur Laut Umumkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona

0
Otoritas Suriah pada wilayah timur laut mengkonfirmasi kematian pertama yang terjadi akibat virus corona. Hal ini memicu ketakutan bahwa pandemi akan segera melanda kawasan yang dikoyak perang tersebut. Pemerintah otonomi Suriah Utara & Timur mengumumkan kematian seorang laki-laki berusia 53 tahun di praja Hasakah hari Jumat (17/4). Taat pejabat tersebut,  orang itu dibawa ke rumah sakit di Qamishi tanggal 27 Maret dan wafat kurang dari dua minggu kemudian pada tanggal 2 April. Masukan ini telah dikonfirmasi oleh Pola Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Menurut laporan badan PBB tersebut, salah seorang saudara korban saat ini sedang dirawat di rumah melempem karena menunjukkan gejala terkena virus corona. Namun hasil pengetesannya belum diumumkan.  Juru bicara WHO di Kairo mengatakan seluruh tempat Suriah timur laut sedang dipantau secara ketat. Laporan WHO mengutarakan di Suriah ada 38 karakter yang terinfeksi virus corona, tercatat dua orang yang meninggal & lima orang yang sembuh. Namun para pejabat intelijen barat mengucapkan jumlah itu terlalu kecil. [ii/pp]#@@#@!!

Inspeksi SMRC: 77% Warga Menilai Corona Ancam Penghasilan

0
Hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menyebut 92 komisi warga menganggap COVID-19 mengancam menewaskan manusia.

Presiden Nikaragua Kembali Tampil di Aliran Publik

0
Presiden Nikaragua Daniel Ortega, Rabu (15/4) tampil dalam rancangan yang ditayangkan langsung oleh televisi nasional setelah absen dari depan publik selama satu bulan, dengan menimbulkan pertanyaan mengenai kesehatan dan keberadaannya sewaktu dunia dirundung pagebluk virus corona. Ortega, mantan anggota gerilyawan kiri yang sakit biut, tidak memberi penjelasan mengenai ketidakhadirannya selama 33 hari ini. Tetapi Ortega mengatakan negara di Amerika Tengah itu akan menangani epidemi virus corona secara bertanggung berat. “Kita tidak boleh berhenti berfungsi, karena jika rakyat tidak main, mereka mati, ” kata Ortega yang kini berusia 74 tahun. “Kita adalah negaranya rakyat pekerja, rakyat tidak akan mati sebab kelaparan, ” lanjutnya. Kesehatan Ortega selama ini dijaga ketat kerahasiaannya dan ketidakhadirannya dari kehidupan jemaah menimbulkan spekulasi mengenai hal itu. Selama bertahun-tahun ini, Ortega sudah mengalami dua kali serangan jantung, kolesterol tinggi dan berbagai penyakit lain, kata seorang pejabat kepada Reuters pekan lalu. Sejak itu, presiden semakin bersikap protektif terhadap kesehatannya, logat pejabat itu. Memasuki masa kedudukan ke-dua sebagai presiden setelah menyusun perubahan konstitusional yang memungkinkannya terbatas kembali, Ortega menyatakan bahwa Nikaragua memiliki jumlah kasus penularan virus corona terendah, dengan mencatat cuma sembilan kasus terkonfirmasi dan utama kematian. “Kami memiliki kemampuan buat merawat pasien virus corona, ” kata Ortega. Pakar kesehatan kelompok mempertanyakan akurasi data resmi tersebut dan mendesak pemerintah untuk melaporkan berapa orang yang telah dites virus corona. Nikaragua adalah mulia dari sedikit negara yang tidak menerapkan langkah social distancing,  tidak melarang pertemuan besar-besaran dan belum menutup sekolah dan universitas seperti dengan direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia. [uh/ab]#@@#@!!

Spesialis Pertanyakan Klaim Trump Soal Kewibawaan Mutlak Presiden

0
Sejumlah pakar norma Amerika mempertanyakan klaim Presiden Donald Trump bahwa dia punya “kekuasaan total dan mutlak” untuk membuka kembali perekonomian yang telah terhenti berminggu-minggu karena pemberlakuan aturan membentengi jarak atau social distancing. Trump mengatakan, Senin (13/4), bahwa hanya dia yang bisa memutuskan pustaka dan bagaimana mengembalikan para pekerja dan bisnis untuk beroperasi balik, dan bukan gubernur atau pemangku kota yang sebelumnya mengeluarkan suruhan supaya ratusan juta penduduk susunan dirumah. Pernyataan Presiden Trump itu telah dikecam banyak pakar dasar konservatif dan yang beraliran libertarian. “Tidak ada seorangpun (di Amerika) yang telah mempelajari masalah itu sepakat dengannya, ” kata Paul Rosenzweig, pakar hukum senior di R Street Institute, sebuah was-was riset konservatif dan libertarian di Washington DC. John Yoo, pakar hukum konservatif yang seringkali membela kebijakan Trump lewat FoxNews, selalu menolak klaim Trump itu. [ii/pp]#@@#@!!

Sri Mulyani: Pemerintah Berusaha Hindari Resesi

0
Pemerintah berupaya mencegah agar perekonomian Indonesia tidak jatuh dalam resesi karena wabah virus corona. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan skenario terburuk adalah perekonomian Indonesia akan mengalami kontraksi dalam dua kuartal beruntun mulai dari April-Juni. Sri Mulyani mengatakan, Selasa (14/4), skenario terburuknya, dengan mengasumsikan wabah akan berlangsung lebih lama, adalah produk domestik bruto akan menyusut sebesar 2 persen pada kuartal kedua, disusul dengan kontraksi berikutnya pada kuartal ketiga. “Dua kali kontraksi dan kita akan memasuki masa resesi. Kami berjuang agar hal ini tidak terjadi, ” katanya dalam konferensi pers. Dia sebelumnya mengatakan asumsi dasar untuk pertumbuhan PDB 2020 adalah 2, 3 persen. [ft/au] Â

Angin besar Tewaskan 6 Orang di Arah Tenggara AS

0
Tersangkut kuat yang bergerak melintasi periode tenggara AS pada hari Minggu (12/4) menewaskan sedikitnya enam orang. Badai ini membawa hujan lebat dan angin kencang, dengan sebanyak tornado di Mississippi dan Louisiana. Enam orang diberitakan tewas dalam Mississippi, di mana Gubernur Tate Reeves mengatakan, “Ini bukan yang diinginkan siapapun dalam merayakan Paskah. ” Ancaman meluas ke pokok timur hari Senin (13/4). Biro Cuaca Nasional kembali memperingatkan potensi tornado kuat, angin yang merusak dan banjir bandang. [uh/ab]#@@#@!!

Bank Dunia Perkirakan Asia Selatan Bersahaja Kondisi Ekonomi Terburuk dalam 40 Tahun

0
India dan negara-negara Asia Daksina lainnya mungkin akan mencatatkan kinerja pertumbuhan ekonomi terburuk dalam empat dekade terakhir pada tahun. Kemajuan yang buruk tersebut merupakan kelanjutan dari adanya pandemi corona, sekapur Bank Dunia pada hari Minggu (12/4). Wilayah Asia Selatan, yang terdiri dari delapan negara, prospek akan menunjukkan pertumbuhan ekonomi 1, 8% hingga 2, 8% di dalam tahun ini. Padahal proyeksi yang dilakukan pada enam bulan dengan lalu menunjukkan pertumbuhan di provinsi tersebut bisa mencapai 6, 3%, kata Bank Dunia dalam petunjuk bertajuk South Asia Economic Focus. Ekonomi India diperkirakan akan tumbuh sekitar 1, 5% hingga dua, 8% pada tahun fiskal dengan dimulai pada 1 April. Sementara pada tahun fiskal yang sudah pada 31 Maret, Bank Negeri memperkirakan pertumbuhan India mencapai 4, 8% hingga 5%. "Rebound dengan terjadi pada akhir 2019 telah diambilalih oleh dampak negatif daripada krisis global, " kata masukan Bank Dunia. Selain India, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sri Lanka, Nepal, Bhutan dan Bangladesh juga akan mengalami penurunan pandai. Tiga negara lain -Pakistan, Afghanistan dan Maladewa- diperkirakan akan menetes ke dalam resesi, Bank Negeri mengatakan dalam laporan itu berdasarkan data hingga tanggal 7 April. Langkah-langkah yang diambil untuk melawan virus corona telah mengganggu pertalian pasokan di seluruh Asia Daksina, yang telah mencatat lebih dibanding 13 ribu kasus sejauh ini -masih lebih rendah daripada banyak bagian dunia. Karantina wilayah (lockdown) di India yang melibatkan satu, 3 miliar orang juga menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan. Selain itu juga mengganggu bisnis gede dan kecil, dan memaksa sejumlah besar pekerja pindah dari tanah air ke rumah mereka di desa-desa. Jika terjadi karantina wilayah yang berkepanjangan dan luas, laporan tersebut memperingatkan skenario terburuk bahwa seluruh wilayah akan mengalami kontraksi ekonomi tahun ini. Untuk meminimalkan buah ekonomi dalam jangka pendek, Bank Dunia menyerukan negara-negara di zona tersebut untuk mengumumkan langkah-langkah fiskal dan moneter lebih banyak. Situasi itu dilakukan untuk mendukung pekerja migran yang menganggur, serta kontraksi utang untuk bisnis dan pribadi. India sejauh ini telah meluncurkan rencana ekonomi senilai AS$23 miliar untuk menawarkan transfer tunai langsung ke jutaan orang miskin yang terkena dampak karantina wllayah. Pemerintah Pakistan juga telah mengumumkan dasar AS$ 6 miliar untuk menunjang perekonomian. “Prioritas bagi semua negeri Asia Selatan adalah untuk membekukan penyebaran virus dan melindungi anak buah mereka, terutama yang termiskin,, ” kata pejabat senior Bank Dunia, Hartwig Schafer. [ah] Â

Rusuh di Penjara Iran Terkait Virus Corona

0
Kerusuhan di penjara dalam Iran akibat kekhawatiran para benduan terhadap penularan virus corona pada penjara-penjara yang sesak akhirnya pecah menjadi kekerasan dalam beberapa pasar ini. Dalam pernyataan hari Kamis (9/4), organisasi hak asasi pribadi yang berbasis di London, Amnesty International, mengutip sumber-sumber yang "bisa dipercaya" yang mengatakan pasukan kesejahteraan Iran telah membunuh puluhan narapidana yang melancarkan protes dan makan ratusan lainnya di tiga penjara Iran sejak akhir Maret. Â Amnesty mengatakan, para tahanan itu melancarkan protes karena pihak berkuasa menolak membebaskan mereka untuk tatkala guna mengurangi risiko tertular virus tersebut di dalam kompleks penjara dengan padat dan kotor. Iran belum merilis data tentang kasus virus corona dalam penjara, tetapi pemrakarsa HAM mulai melaporkan wabah pada beberapa penjara besar pada awal Maret.[ka/ah]#@@#@!!

Gedung Putih Minta Tidak Ada Tagihan bagi Pasien COVID-19

0
Gedung Putih mengatakan, Kamis (9/4), rumah-rumah sakit dengan mengambil bantuan dari stimulus $2 triliun harus setuju untuk tidak mengirim tagihan medis yang "mengejutkan" kepada pasien yang dirawat sebab COVID-19. Tagihan kejutan biasanya terjadi ketika seorang pasien dengan asuransi kesehatan dirawat di ruang panas darurat, atau pada saatdokter, di luar jaringan asuransi itu, membantu sesuai prosedur rumah sakit. Dakwaan itu bisa berjumlah ratusan hingga puluhan ribu dolar. Sebelum pagebluk virus corona, anggota Kongres telah berjanji untuk membatasi praktik tersebut, tetapi prospek undang-undang tersebut sekarang tampaknya sangat tidak pasti. "Pemerintahan Trump berkomitmen memastikan semua orang Amerika tidak dikejutkan oleh bea terkait pengetesan dan perawatan yang mereka butuhkan untuk COVID-19, " kata juru bicara Gedung Suci Judd Deere dalam pernyataan. Program Undang-Undang stimulus itu termasuk $100 miliar untuk sistem perawatan kesehatan tubuh, guna meringankan krisis uang tunai akibat pembatalan massal prosedur elektif dalam persiapan untuk menerima penderita virus corona. Pengucuran $ 30 miliar pertama, untuk rumah-rumah kecil, diperkirakan segera. Larangan tagihan mendadak itu akan melindungi pasien dengan ditanggung program pemerintah, asuransi kongsi atau asuransi yang dibeli tunggal.[ka/ft]#@@#@!!